Peran orangtua terhadap anak usia pra sekolah

(Bagian 4/4)

Pola pengasuhan pada anak usia 2-7 tahun

Pada usia ini anak-anak mulai memperoleh berbagai hal dan kemampuan baru seperti mobilitas, bahasa dan penalaran yang belum matang.  Kemampuan mereka yang terbatas tentang penalaran membuatnya susah untuk melakukan adaptasi dengan kemampuan fisiknya, misalnya: mereka sudah dapat berlari kesana-kemari tetapi masih belum mengerti akan bahaya kendaraan di jalan.  Egosentris mereka membuatnya tidak bisa melihat sudut pandang orang lain sehingga memunculkan perilaku yang kadang kala menyusahkan.  Pada masa ini berkembang pula daya imajinasi anak dan kadang kala mereka tidak dapat membedakan mana yang rasional dan mana yang irrasional

Pada masa ini peran orangtua adalah membimbing anak mereka untuk dapat memahami aturan-aturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga.  Orangtua dapat mengkombinasikan antara kehangatan dan persahabatan dengan anak tetapi tetap memberikan penjelasan peraturan-peraturan yang spesifik untuk menerapkan disiplin yang efektif. Dengan penjelasan yang diberikan maka anak-anak dapat memahami alasan orangtua terkait dengan norma-norma tertentu.

Dalam menerapkan disiplin ini orangtua juga harus konsisten dengan aturannya setiap waktu, hal ini sangat penting sebab jika tidak akan membentuk konflik dengan anak yang nantinya akan berlanjut pada perilaku yang maladaptif, agresi dan kenakalan.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Peran orangtua terhadap anak usia pra sekolah

(Bagian 1/4)

“Anak-anak adalah puncak segala investasi bagi orangtua”

(Piero Ferrucci, 2001)

 

Insinyur bekerja dengan semen dan metal; dokter dengan sel dan organ tubuh; seniman dengan garis dan warna, suara dan gambar; koki dengan makanan.  Orangtua?  Mereka berkolaborasi dengan kehidupan manusia, yaitu anak, mereka memelihara, mendukung dan membantu untuk menyadari potensi lahiriah sang anak.  Bukankah suatu tugas yang begitu teramat bermakna?

Seorang anak adalah bagian dari keluarga dan perkembangannya akan sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya.  Orangtua adalah pendidik pertama bagi anak sehingga kemampuan seorang anak untuk berfungsi dengan baik akan sangat dipengaruhi pula oleh pola asuh orangtuanya.  Fungsi dasar keluarga adalah memberikan rasa aman, pengasuhan dan dukungan.  Peran keluarga yang diharapkan adalah dapat memenuhi kebutuhan anak sesuai taraf perkembangan anak (developmentally appropriate practice).

Masa pra sekolah (sebelum anak berusia 7 tahun) merupakan masa penting bagi anak, masa eksplorasi!  Orangtua berperan sangat penting untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki anak seperti kemampuan kreatif dan kecerdasan emosinya, dan dilakukan sejak dini usia secara totalitas dan terpadu.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Anak melakukan yang terbaik

  Children doing their best

Bagian 4/4 

Dalam sebuah keluarga, perbedaan keunggulan belajar dapat menjadi suatu permasalahan.  Sebagai langkah awal adalah memahami perbedaan setiap anggota keluarga.  Ketika ada lebih dari satu anak dalam keluarga dengan gaya yang berbeda pula, maka orangtua bertindak sebagai mediator untuk mampu menggunakan perbedaan tersebut untuk saling memperkaya pengalaman masing-masing anak.

Anak kinestetik mempunyai energi yang berlebih pada setiap aktivitas, kadangkala bermain dengan kasar, selalu menang, tetapi ia mau membela saudaranya dan membantunya dalam hal-hal yang membutuhkan usaha fisik.

Anak auditori biasanya membuat banyak suara (berisik), bahkan ketika saudara yang lain sedang membutuhkan ketenangan, ia menyanyi, membuat lagu-lagu, dan membuat orang lain tertawa dengan ceritanya.

Anak visual senang menggambar, atau menulis pesan-pesan istemewa untuk orang lain.  Setiap ada kesempatan orangtua dapat membantu anak untuk melihat keunggulan orang lain, juga menghormati orang lain, membantu saudaranya, saling memperkaya dengan menggabungkan bakat mereka, dan menghargai perbedaan masing-masing daripada sibuk mengkritiknya.

Perbedaan antara orangtua dengan anak, atau antara sesama anak dapat menimbulkan masalah, tetapi hal ini dapat diatasi dengan semacam kompromi atau perjanjian yang dibuat antara kedua belah pihak.  Sebagai sebuah keluarga akan selalu ada masalah yang timbul, sehingga penting untuk selalu membentuk harapan yang realistik dalam berhubungan dengan anggota keluarga.  Kunci sukses dalam berkompromi adalah dengan memperbolehkan sesama anggota saling memberi masukan hal-hal yang mempengaruhinya.  Dan, ketika mencoba solusi baru, maka pendekatan yang halus akan dapat membantu karena sebuah kebiasaan lama susah diubah.  Dengan mengetahui lebih dalam bagaimana cara belajar seseorang maka dapat digunakan untuk membantu anak belajar secara efektif dan mengembangkan potensi yang ada.

♠ Bagian 1: Bantu anak kita mengembangkan keunggulan gaya belajarnya

♠ Bagian 2: Belajar bagaimana cara belajar

♠ Bagian 3: Keunggulan yang mana yang paling efektif?