Keunggulan yang mana yang paling efektif? 

Which is the most effective learning modality?

Bagian 3/4

Sebenarnya cara belajar yang paling efektif tentunya adalah dengan keunggulan yang memang dimiliki anak.  Untuk memperluas penggunaan kekuatan belajar kita, kita dapat mengfungsikannya sebaik mungkin.  Asumsi bahwa cara orang lain lebih baik daripada cara kita hanya akan merugikan kita.

Dalam situasi tertentu benar bahwa orang dengan keunggulan belajar tertentu akan lebih susah beradaptasi daripada orang lain, tetapi tidak berarti bahwa keunggulan orang lain tersebut lebih baik dari yang lain.

Anak bertipe kinestetik lebih susah beradaptasi dengan sifat kelas yang membatasi ruang geraknya dibandingkan dengan anak bertipe visual atau auditori.  Walaupun jumlah anak perempuan dan anak laki-laki dengan tipe kinestetik adalah sama, (sekitar 15% dari total populasi) tetapi anak perempuan ternyata lebih dapat menyesuaikan diri di dalam kelas daripada anak laki-laki.  Ini adalah alasan mengapa lebih banyak anak laki-laki dengan tipe kinestetik mengalami kesulitan belajar pada tingkat sekolah dasar.  Terutama pada mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan membaca dengan ekstensif, dimana hal ini lebih disukai oleh anak bertipe visual.  Sementara dalam pelajaran dengan gaya ceramah dan dalam pelajaran musik, anak auditori lebih menyukainya.  Pelajaran-pelajaran yang dilakukan dalam laboratorium dan pelajaran-pelajaran fisik, ternyata lebih disukai anak bertipe kinestetik.

Beranjak dewasa, anak cenderung menggunakan kekuatan belajarnya untuk pemilihan kariernya.  Individu kinestetik tertarik pada pekerjaan yang menjadikannya sebagai seorang pelaksana.  Mereka cenderung menghindari aktivitas di belakang meja, (yang lebih disukai orang visual) dan sangat baik menjadi ahli bedah, dokter gigi, mekanik dan profesi aktif yang lain.  Individu bertipe kinestetik yang berkarier sebagai guru akan cocok menjadi pelatih olahraga atau guru taman kanak-kanak.

Individu bertipe auditori lebih cocok pada posisi sales, pada bidang hukum, dan pekerjaan lain yang membutuhkan masukan dalam bentuk auditori dan interaksi dengan orang lain.

Sementara individu bertipe visual cenderung tertarik pada detil,dan dapat menjadi akuntan, guru, programer komputer, dll.

♠ Bagian 1: Bantu anak kita mengembangkan keunggulan gaya belajarnya

♠ Bagian 2: Belajar bagaimana cara belajar

♠ Bagian 4: Anak melakukan yang terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s