Intuitive Exercises and Games

Resume Buku:

THE SIXTH SENSE OF CHILDREN: NURTURING YOUR CHILD’S INTUITIVE ABILITIES (Oleh Litany Burns)

Bab 4

LATIHAN INTUISI DAN PERMAINAN

Pada buku ini disebutkan terdapat delapan jenis intuisi yaitu: Intuisi “membaca”, Membaca Psikometri, Membaca Aura, Intuisi “penyembuhan”, Clairvoyance, Psikokinesis dan Levitasi, “Medium”, dan Telepati.

Beberapa anak ada yang sangat berbakat pada satu jenis intuisi atau ada juga yang berbakat pada gabungan berberapa jenis intuisi.  Setiap anak dapat berlatih atau belajar mengembangkannya melalui latihan dasar, latihan intuisi dan beberapa permainan.

Latihan Dasar

Latihan dasar dilakukan sebelum melakukan latihan intuisi lainnya untuk menenangkan dan relaksasi dan membuat fokus pada anak-anak.  Latihan ini dapat dilakukan di rumah maupun di ruang kelas.  Latihannya meliputi “melepaskan ketegangan”, “relaksasi” dan “respon perasaan”.  Pada buku ini dicantumkan tahapan-tahapan latihan dasar tersebut.

Latihan Intuisi dan Permainan

Setiap jenis intuisi yang tersebut di atas dapat dilatih untuk mengetahui kemampuan intuisi anak yang menonjol atau kemampuan fisiknya.  Tidak ada satupun jenis intuisi di atas yang lebih baik daripada yang lain.  Anak-anak akan secara spontan memilih kemampuan dan latihan mana yang menarik buat mereka.  Dengan cara ini secara tidak langsung akan membawa anak secara alamiah untuk mengembangkan bakat dan talenta yang mereka miliki dengan caranya sendiri.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

“Invisible Friends and Visitors”

Resume Buku:

THE SIXTH SENSE OF CHILDREN: NURTURING YOUR CHILD’S INTUITIVE ABILITIES (Oleh Litany Burns)

Bab 3

“TEMAN YANG TAK TERLIHAT” DAN “KUNJUNGAN”

Dengan daya imajinasinya, sebuah cerita yang dikisahkan dengan sangat menarik dapat menjelma menjadi hidup di dalam pikiran anak-anak. Setiap hari menjadi petualangan yang menyenangkan, mendebarkan dan menggairahkan hidupnya.

(Imaginary Friends)
Teman Khayalan

Seorang anak seringkali terlihat sedang asyik berbincang-bincang dengan “seseorang” yang orang dewasa tidak dapat melihatnya. Itulah teman khayalannya. Seorang anak dapat menjalin komunikasi yang istimewa dengan teman khayalannya tersebut. Secara psikologi dikatakan percakapan tersebut dapat membantu anak untuk menutupi perasaan kehilangan seorang yang ia cintai atau sebagai kompensasi dari ketrampilan sosial yang kurang mereka kuasai.

Pada beberapa kasus mungkin hal tersebut di atas benar (menutupi perasaan atau sebagai kompensasi), tetapi pada hal lain dipertanyakan apakah anak-anak tersebut benar-benar dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang dewasa. Kebanyakan orang dewasa dapat mengingat kembali nama teman khayalannya di waktu kanak-kanak. Anak-anak lebih peka terhadap hubungan jiwa dan dapat melihatnya, seperti terdapat di Cina, seorang anak dapat melihat aura seseorang.

“Teman jiwa” tersebut mempunyai hubungan spiritual yang amat dalam dengan anak tersebut, kadangkala bertindak sebagai penjaga, malaikat pelindung, dan melindunginya dari bahaya.
Anak-anak seringkali secara spontan merasa gembira dan tertarik untuk berkomunikasi dengan “temannya” tersebut, merasa nyaman, mau berbagi pengalaman, merasa percaya diri, dan menikmati berkomunikasi dengan “temannya” tersebut. Mereka dapat “melihat” dan “mendengar” serta “bercakap-cakap” dengan teman khayalannya tersebut seperti bercakap-cakap dengan teman atau orang dewasa lainnya.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

An Old Soul In A Young Body

Resume Buku:

THE SIXTH SENSE OF CHILDREN: NURTURING YOUR CHILD’S INTUITIVE ABILITIES (Oleh Litany Burns)

Bab 2

SEBUAH “JIWA DEWASA” DALAM TUBUH SEORANG ANAK

Pada bab ini dibahas mengenai adanya “jiwa/roh yang dewasa” pada tubuh seorang anak.  Karena keberadaannya itu, secara intuisi mereka kadangkala dapat bertindak bijaksana, mampu berpikir kreatif dan bersikap layaknya orang dewasa jauh di atas usia mereka yang sebenarnya.

“Jiwa yang dewasa” ini atau di dalam buku ini disebut “old soul” dapat bertindak bertindak seperti laki-laki dewasa atau perempuan dewasa kecil.  Tindakan-tindakan mereka kadangkala mengejutkan kita sebagai orang dewasa.  Begitu bijaksana, mampu menjelaskan hal-hal seperti mengapa orang seharusnya tidak berperang, walaupun dengan cara anak-anak tetapi mempunyai makna perenungan yang dalam.

“Jiwa dewasa” tersebut berdasarkan buku ini dikatakan sebagai anugrah Tuhan, sehingga tanpanya (tanpa “soul” tersebut), maka anak-anak sepertinya “tidak lengkap” terisolasi dan tidak terhubung dengan dunia luar, kepekaannya terhadap kehidupan menjadi kurang dan terbatas.

Secara intuisi seorang anak dapat merasakan adanya “hubungan jiwa” di dalam setiap mahluk hidup.  Sejak lahir, badan fisik menjadi “rumah” dari jiwa untuk berhubungan dengan dunia luar/dunia fisik melalui bahasa, ide-ide, pikiran dan emosi, dan berinteraksi dengan “jiwa-jiwa” lain yang terdapat pada “badan-badan fisik” lainnya.

Jiwa yang mempunyai begitu banyak pengetahuan, cinta dan kebijaksanaan berada dalam tubuh yang belum bisa belajar berjalan, bicara dll.  Lama-kelamaan akan terintegrasi antara keduanya.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya