Anak Indigo

Anak Indigo

(Bagian 2/4)

Berbagai macam anak Indigo

Nancy Tappe (dalam Carroll & Tober, 1999) menyebutkan 4 macam anak indigo yaitu:

  1. Humanis

Anak indigo humanis adalah mereka yang akan bekerja dengan orang banyak (massa). Kecenderungan mereka di masa yang akan datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pramuniaga, pengusaha, dan politikus. Perilaku yang tampak adalah mereka hiperaktif, sangat sosial dan ramah. Mereka memiliki pendapat yang kuat. Anak indigo tipe ini mudah sekali terdistraksi.

  1. Konseptual

Anak indigo konseptual lebih senang mengerjakan proyek-proyek daripada terlibat dengan orang banyak. Mereka lebih menyukai pekerjaan sebagai insinyur, arsitek, perancang, astronot, pilot dan prajurit militer. Bila dibandingkan dengan anak indigo humanis, anak indigo konseptual tidak hiperaktif dan tubuh mereka umumnya sangat atletis. Mereka lebih suka mengontrol orang lain, terutama kedua orangtua mereka.

  1. Artis

Yaitu anak indigo yang cenderung bergerak di bidang seni. Mereka lebih sensitif, kreatif dan cenderung menyukai pekerjaan di bidang seni dan pengajaran. Apapun yang mereka lakukan akan memiliki sisi kreatif. Ketika mereka kanak-kanak, anak indigo tipe ini dapat menunjukkan minat sekaligus pada 5 atau 6 bidang seni, namun ketika menginjak remaja mereka akan memilih satu bidang dan menguasainya dengan baik.

  1. Interdimensional

Anak indigo tipe ini lebih besar dari tipe indigo lainnya. Pada usia 1 atau 2 tahun, orang dewasa tidak dapat mengajarkan mereka karena mereka merasa sudah mengetahuinya. Mereka adalah anak yang di masa yang akan datang menjadi seorang filsuf atau pemuka agama.

❤ ❤ ❤

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Anak Indigo

 

Ilustrasi anak indigo. Sumber: http://www.spiritscienceandmetaphysics.com/11-traits-of-indigo-children/(Bagian 1/4)

Justin lahir pada tahun 1980 dan menunjukkan perilaku klasik anak indigo sepanjang hidupnya. Justin ‘terlahir mengetahui’. Justin dibesarkan oleh ibu sebagai orangtua tunggal. Ketika ia berusia 3 tahun, ibunya mulai mencoba berkencan dengan beberapa pria dan para pria yang akan mengencani ibunya selalu mencoba mengambil hati Justin dengan bersikap ramah kepadanya.

Dengan cara tertentu, Justin dapat mengetahui ketulusan hati yang sebenarnya dari setiap pria yang mengencani ibunya. Mereka mencoba berpura-pura ramah kepadanya agar dapat mendekati ibunya. Suatu ketika Justin berkata kepada ibunya: ‘Ibu, kamu adalah surat dan aku adalah amplopnya.’ Dengan muka bingung ibu bertanya apa yang dimaksud oleh Justin. Penjelasannya adalah: ‘Setiap orang merobek amplop untuk membaca surat –dan kemudian mereka membuang amplopnya.’ Perkataan tersebut telah menyentuh hati ibu dan membawa tangisan di mata ibu. Persepsi Justin tersebut kemudian mengubah kebiasaan berkencan ibu.

                                                             (dalam Carrol & Tober, 2001)

Ketika kita berhadapan dengan seorang anak, maka kita membayangkan seorang anak yang tidak berdaya dengan keluguan pemikirannya. Namun tidak demikian halnya pada anak indigo. Uraian di atas memberikan salah satu gambaran mengenai anak indigo. Anak indigo merupakan fenomena yang relatif baru di masyarakat. Fenomena ini banyak ditemukan pada anak-anak yang lahir setelah tahun 1980-an. Istilah indigo ini pertama kali dipublikasikan oleh Nancy Tappe pada tahun 1982 dalam bukunya Understanding Your Life Through Color. Karakteristik anak indigo sangatlah unik, dikaitkan dengan warna aura yang ditampilkannya. Secara fisik mereka adalah anak-anak, namun dengan suatu pembawaan batin yang bijaksana dan “tua.” Mereka sangat aktif, kreatif dan memiliki pemikiran yang berbeda.

Seringkali orangtua sulit memahami apa yang terjadi pada anak mereka dan mencoba mengabaikannya. Namun perlakuan orangtua yang keliru pada akhirnya menyebabkan anak indigo berkembang menjadi anak yang negatif dan pemberontak.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Bagaimana cara kerja otak?

Otak ialah suatu alat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer yang mengatur fungsi dari semua alat-alat tubuh.  Cara kerja otak sangat rumit dan kompleks karena tidak hanya melibatkan begitu banyak sel saraf tetapi juga pengaturan fungsi antara berbagai pusat di kedua belahan otak.

 Otak terdiri dari sel saraf (neuron) yang berjumlah 100 miliar (10 10) sel saraf.  Badan-badan sel saraf terkumpul membentuk satu simpul saraf atau ganglion.  Di dalam sebuah ganglion, badan-badan sel saraf saling mempengaruhi.

Pada perkembangan lebih lanjut, berkembang sel-sel penghubung antara badan-badan sel di dalam simpul saraf itu, sehingga memungkinkan pengolahan semua rangsang-rangsang yang diterima.  Demikianlah simpul saraf berkembang menjadi susunan saraf sentral (dalam Markam, 1982).

Pada manusia, reseptor indera-indera ialah pelihatan, pendengaran, penghidu, pengecap dan peraba atau perasa dalam kulit dan alat-alat lain.  Indera-indera ini berfungsi menangkap rangsangan dari luar maupun rangsangan dari dalam tubuh dan mengubahnya menjadi rangsang-rangsang saraf.

Salah satu contoh jalannya rangsang dan proses pengolahan informasi adalah indera pelihat yaitu retina mata yang berfungsi menangkap rangsang cahaya yang diubahnya menjadi rangsang saraf.  Rangsang ini disalurkan melalui saraf mata ke pusat-pusat pelihatan di dalam otak.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya