Enam Tipe Siswa Berprestasi Rendah (Underachiever) 

StudentsBanyak orang tua menghadapi permasalahan dimana anak-anak mereka tidak berprestasi sesuai dengan potensi mereka yang sebenarnya dan mereka berkeinginan agar anak-anak mereka menjadi siswa yang lebih baik. Dari berbagai bentuk permasalahan yang diajukan oleh para orang tua, semuanya menunjuk kepada suatu kecenderungan adanya beberapa tipe siswa yang berprestasi rendah (underachiever). Storm (1982), mendefinisikan prestasi rendah (underachievement) sebagai penampilan yang secara signifikan berada dibawah tingkat yang oleh test ditunjukkan seharusnya dicapai oleh individu tersebut. Permasalahan-permasalahan mengenai siswa yang berprestasi rendah, walaupun masing-masing mungkin memiliki kekhususan tertentu, akan tetapi memiliki penyelesaian yang sama yaitu mengajarkan keterampilan-keterampilan belajar sehingga siswa dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan tingkah laku yang bertanggung jawab. Keterampilan-keterampilan belajar kemudian disesuaikan dengan masing-masing tipe siswa yang berprestasi rendah.

Ada enam tipe siswa berprestasi rendah, yaitu:

  1. The If-Then Student
  2. The Chameleon Student
  3. The Disorganized Student
  4. The Manipulative Student
  5. The Here Today Gone Tomorrow Student
  6. The Rebellious Student

Pertanyaan-pertanyaan untuk membantu menentukan apakah prestasi seorang anak tidak menunjukkan potensi yang sebenarnya:

  1. Apakah anak anda tampaknya dapat memperoleh nilai yang lebih baik pada kelas dimana mereka memperoleh tanggung jawab untuk pekerjaannya dan guru yang tergorganisir? Nilai tersebut akan menurun bila guru hanya memeriksa pekerjaan rumahnya sekali-sekali?
  2. Apakah anak anda cenderung menunda pekerjaan rumahnya hingga ia memperoleh tugas lain yang harus diselesaikan?
  3. Apakah anak anda menunda permintaan-permintaan anda hingga ia mereka dihadapkan pada sesuatu yang mengancam atau hukuman?
  4. Apakah nilai anak anda cenderung bervariasi dalam kelompok anak-anak yang suka ribut di kelas? Misalnya bila terdapat banyak anak yang ribut di kelas, apakah anak anda akan bergabung dengan mereka atau tetap tenang dan memperhatikan kelas seperti yang diharapkan guru?
  5. Apakah anak anda memiliki intensi yang luar biasa untuk tetap terorganisir setiap harinya atau selalu meninggalkan salah satu buku yang penting di sekolah sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya?
  6. Apakah anak anda tampak berantakan dan mudah lupa. Bahkan lupa tehadap hal-hal yang sangat penting baginya? Apakah ia mudah frustrasi dengan kelalaiannya tersebut?
  7. Apakah anak anda mendukung “menghilangkan” informasi yang penting seperti tidak menyampaikan batas akhir penyerahan laporan atau tugas-tugas, walaupun ia mengetahui sanksi yang akan diperolehnya?
  8. Apakah ia memiliki pola “lupa” terhadap pekerjaan rumah – biasanya muncul saat malam hari ketika terdapat acara TV yang bagus, tetapi ingatannya meningkat tiba-tiba ketika acara TV tersebut selesai?
  9. Apakah anak anda menyalin pekerjaan-pekerjaan, ulangan-ulangan atau tugas-tugas orang lain tanpa merasa bersalah?
  10. Apakah anak anda meninggalkan kelas, bahka hingga seharian meskipun ia dalam kondisi sehat? Apakah anda hanya akan mengetahui ketidakhadirannya karena pihak sekolah menghubungi anda dan anak anda seolah-olah “tidak mengerti” mengapa jumlah ketidakhadirannya banyak?
  11. Apakah anda pernah tidak sengaja mendengar anak anda merencanakan “hari libur” dari sekolah tanpa izin dari anda, dan ketika anda menanyakannya, apakah ia mengingkarinya?
  12. Apakah anak anda memikul dendam karena merasa telah terganggu oleh kehadiran gurunya? Akankah ia “memutuskan hidungnya di depan wajah gurunya”  hanya untuk menunjukkan pada guru bahwa ia tidak memperdulikan kelas matematika (meskipun nilai matematikanya mengkhawatirkan!)?
  13. Apakah anak anda pada tingkat SLTP menguji aturan-aturan dan memberikan tantangan terhadap anda dan aturan-aturan di rumah, maupun guru dan aturan-aturan kelas?

Bila anda menjawab ya sekurang-kurangnya pada tujuh pertanyaan di atas, maka anak anda mungkin belum mengoptimalkan kemampuannya.

Penulis:

♠ Doralina ♠ Vitriani Sumarlis ♠ Monika Iyana Sitepu

Bahan Rujukan

Peters, Ruth. (2000). Overcoming Underachieving: A Simple Plan to Boost Your Kids’  Grades and Their Homework Blahs. New York: Broadway Books.

Schaefer, C. E. & Millman, H. L. (1981). How to Help Children With Common Problems. Melbourne, Victoria: Van Nostrand Reinhold Company, Inc.

Storm, R. B. & Bernerd, H. W. (1982). Educational Psychology. Montere, California: Brooks/Cole Publishing Company.

2 thoughts on “Enam Tipe Siswa Berprestasi Rendah (Underachiever) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s