Guru, Mengajar Apa atau Siapa?
Oleh: Anita Lie
Saat ini guru-guru yang beruntung sedang berlomba-lomba mengumpulkan portofolio. Hal itu dilakukan untuk memperoleh sertifikasi demi perolehan tunjangan profesi dan fungsional. Berbagai ekses—keikutsertaan dalam program pelatihan hanya demi sertifikat, manipulasi berkas, dan kolusi antara pemilik portofolio dan penilai—amat menodai profesi guru, bahkan melemparkan guru pada titik nadir dalam perjalanan profesinya.
Dalam refleksi menyambut Hari Guru, profil Ny Liem Khing Nio (89) dan Dibyohadiatmodjo (88), guru pada zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman Kemerdekaan yang ditulis dalam Pendidikan Manusia Indonesia, Tonny D Widiastono (editor) memberi contoh sosok guru yang pantang menyerah, tulus, ikhlas, terus berkarya dan berprestasi hebat.
Kedua sosok guru ini mengajar dan mendidik, sebagai bagian perjalanan dan panggilan hidup. Mereka memaknai tiap tindakan dan ucapan sebagai bagian perjalanan panjang untuk melayani anak manusia dalam sejarah peradaban. Para guru ini senantiasa bersinar di tengah gambaran suram dunia guru saat ini. Tertarik? Silakan baca selengkapnya
