From Carl Rogers:
Learning is personal development, to free curiosity; to permit individuals to go charging off in new directions dictated their own interest, to open everything, to questioning and exploration.
Esai-esai pendidikan
From Carl Rogers:
Learning is personal development, to free curiosity; to permit individuals to go charging off in new directions dictated their own interest, to open everything, to questioning and exploration.
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian dari kita pasti familiar dengan nama Oemar Bakrie. Nama yang dipopulerkan Iwan Fals lewat lagunya “Guru Omar Bakrie”. Dia seolah menjadi ikon pendidikan Indonesia yang dikenal karena kesederhanaan dan dedikasinya menjalankan profesi sebagai seorang guru. Semangat juangnya perlu ditiru dalam upaya mengangkat mutu pendidikan di Indonesia.
Namun begitu, sejenak mari kita simpan kekaguman terhadap Oemar Bakrie dengan menilik sesosok pria di ruang yang belum kita kenal sebelumnya. Dia lah Ujang Odon, seorang guru yang kaya raya, terkesan angkuh dan matrealistis.
Ujang Odon adalah tokoh dalam sebuah komik yang terinspirasi dari potret nyata pendidikan saat ini. “Ujang Odon sengaja saya buat berbanding terbalik dengannya (Oemar Bakrie). Ujang Odon adalah figur seorang guru kaya raya yang melarang siswanya masuk sebelum membayar iuran sekolah,” kata komikus pencipta komik tersebut, Wawan Kurniawan (32), saat ditemui Kompas.com, di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Sabtu (25/6/2011). Tertarik? Silakan baca selengkapnya
Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan
Akademisi Jerman Wilhelm von Humbolt (1809) memformulasi konsep Akademische Freiheit (kebebasan akademik). Lernfreiheit (kebebasan mahasiswa untuk belajar) dan Lerhfreiheit (kebebasan dosen untuk mengajar) bersama dengan otonomi institusi menjadi pilar dasar kebebasan akademik.
Sebelum adanya kebebasan akademik ini, para ilmuwan masa lalu dibayangi oleh adanya rasa ketakutan jika memformulasikan suatu teori atau aksioma baru yang bertentangan dengan norma yang dianut pada saat itu. Astronom termasyhur Galileo Galilei (1564-1642) menjadi contoh korban peminggiran terhadap ilmuwan yang berani berseberangan dengan kaidah umum. Ia dikenakan tahanan rumah hingga akhir hayatnya, karena memverifikasi keabsahan teori Copernicus yang mengatakan bahwa galaksi anggota tata surya mengelilingi matahari. Ini bertentangan dengan teori Tychonic (bumi dan bulan tak mengitari matahari) yang dipercaya pada zaman itu. Tertarik? Silakan baca selengkapnya