TED Talks: Setiap anak memerlukan juara

RitaRita F. Pierson menghabiskan seluruh hidupnya di ruang kelas sebagai pendidik, mengikuti jejak kedua orangtua dan kakek-neneknya. Rita F. Pierson, seorang pendidik profesional sejak tahun 1972, mengajar di sekolah dasar, menengah, maupun sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Dia juga seorang konselor, koordinator ujian dan wakil kepala sekolah. Dalam setiap perannya ia selalu membawa energi baru, selalu menunjukkan keinginannya untuk mengenal murid-muridnya, menunjukkan kepada mereka betapa tinggi kepeduliannya dan mendukung mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Selama dekade terakhir, Pierson melakukan lokakarya pengembangan profesional dan seminar untuk ribuan pendidik. Terutama untuk siswa-siswa yang selama ini sering ditinggalkan atau kurang pelayanannya. Topik kuliahnya antara lain adalah “Helping Under-Resourced Learners,”“Meeting the Educational Needs of African American Boys” dan “Engage and Graduate your Secondary Students: Preventing Dropouts.”

Rita Pierson meninggal dunia Juni 2013.

“Parents make decisions for their children based on what they know, what they feel will make them safe. And it is not our place [as educators] to say what they do is ‘wrong.’ It’s our place to say maybe we can add a set of rules that they don’t know about.” — Rita Pierson

Into The Twenty First Century

Resume Buku:

THE SIXTH SENSE OF CHILDREN: NURTURING YOUR CHILD’S INTUITIVE ABILITIES (Oleh Litany Burns)

Bab 6

 MEMASUKI ABAD 21

Guns and Roses

Anak-anak pada masa modern ini terkepung dengan banyak masalah, memburuknya lingkungan hidup, dll.  Di Barat, banyak anak berasal dari keluarga yang bercerai sehingga mereka hanya hidup dengan orangtua tunggal, atau hidup dengan orangtua tiri atau orangtua angkat.  Mereka semakin sering menghabiskan waktunya dengan menjelajahi internet, main videogames, makan junkfood.  Mereka juga semakin banyak mengalami kesulitan di sekolah maupun di rumah, kesulitan belajar, bahkan ada yang mengalami siksaan anak-anak di rumah dan harus menjalani terapi oleh psikolog maupun pskiater.  Masa depan seperti apa yang dapat ditawarkan pada anak-anak ini?

Sebuah kelompok anak-anak berbakat intuisi (di USA) mengadakan diskusi tentang berbagai hal termasuk ketakutan-ketakutan dan harapan-harapan mereka tentang dunia dan hidup ini.  Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga dengan orangtua tunggal atau dengan orangtua tiri di rumah.  Secara terbuka mereka bicara tentang masalah-masalah yang dihadapi orangtua mereka dan kekhawatirannya, serta harapan mereka tentang bagaimana mengatasinya.  Mereka merasa sedih, karena menurut mereka orangtua mereka terlalu sibuk bekerja dan sepertinya tidak merasa bahagia.  Mereka juga secara terbuka membicarakan masalah mengenai guru-guru, teman-teman di sekolah, orang dewasa, dll.

Dewasa ini, kemajuan teknologi sudah sedemikian pesatnya, kemajuan ilmu kedokteran sudah tinggi, segala sesuatu semakin maju, tetapi masih banyak orangtua, guru dan orang dewasa yang tidak dapat mengerti tentang anak-anak itu sendiri. Waktunya telah berbeda, anak-anaknya juga telah berbeda, baik tingkah laku dan masalah yang dihadapi.  Dunia modern telah membuat kemajuan yang tak terhitung di bidang teknologi dan psikologi, tetapi tetap belum sampai pada waktu untuk potensi spiritual generasi mudanya, belum dapat menangkap signal-signal yang tak terlihat dari anak-anak muda tersebut.  Anak-anak selalu dibombardir dengan keputusan-keputusan, tujuan-tujuan, masalah-masalah  dan rangsangan yang mendorong mereka untuk semakin jauh dari dunia anak-anak.

Tertarik? Silakan baca selanjutnya

Nurturing The Sixth Sense In The Children

Resume Buku:

THE SIXTH SENSE OF CHILDREN: NURTURING YOUR CHILD’S INTUITIVE ABILITIES (Oleh Litany Burns)

Bab 5

MENGASAH INDRA KE ENAM SEORANG ANAK

Anak berbakat intuisi dapat dengan konsisten ‘membaca’ orang seperti sebuah buku.  Mereka mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang lain.  Mereka secara alami merasakan bimbingan spirit, malaikat, penjaganya dll.  Mereka dapat meramalkan kejadian di masa depan, dan dapat melakukan hal-hal melampaui kemampuan yang sebayanya. Beberapa anak, yang sangat berbakat, secara emosional, fisik dan psikologi belum terbentuk.  Mereka tidak mengerti mengapa orang lain tidak merasakan apa yang mereka rasakan.

Suatu teori dari Jung (dalam Matlin, 1999) yang penting dikemukakan adalah teori tipologi kepribadian.  Jung berpendapat bahwa manusia di dunia pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis saja bergantung pada kepribadiannya. Tipe kepribadian dibagi berdasarkan fungsinya dan berdasarkan reaksinya terhdap lingkungan.  Salah satu tipe kepribadian berdasarkan fungsinya adalah tipe kepribadian intuitif, artinya kepribadian yang sangat dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.  Orang dengan kepribadian seperti ini biasanya bersifat spontan.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya