Anak Indigo

Anak Indigo

(Bagian 3/4)

Aspek spiritual anak indigo

  1. Energi dan Aura

Setiap makhluk hidup membutuhkan energi vital (chi) agar tetap hidup. Chi ini mengalir masuk dan keluar dari tubuh dengan kuantitas dan kualitas yang tergantung pada kesadaran dan latihan. Pada makhluk hidup, chi ini tidak saja berada dalam tubuh fisik tetapi juga di bagian luar tubuh. Chi yang berada di luar tubuh fisik ini membentuk semacam lapisan perlindungan yang biasa juga disebut dengan aura (Effendi, 2001). Aura ini memiliki lapisan-lapisan yang banyak, tetapi secara umum dapat dibagi atas 3 lapisan yaitu: aura dalam, aura kesehatan dan aura luar.

Secara umum, energi keluar dan masku tubuh manusia melalui nafas dan pori-pori. Namun, disamping nafas dan pori-pori, energi eterik keluar masuk melalui pintu-pintu khusus yang disebut cakra (Effendi, 2001). Cakra merupakan bahasa sansekerta yang berarti roda. Terdapat 7 utama pada tubuh manusia yaitu:

  1. Cakra Mahkota, dipuncak kepalaChakra
  2. Cakra Ajna, diantara kedua alis
  3. Cakra Tenggorokan, di tenggorokan
  4. Cakra Jantung, di tengah dada
  5. Cakra Pusar, di pusar
  6. Cakra Seks, pada tulang pelvis
  7. Cakra Dasar, di tulang ekor

 

  1. Aura, Cakra dan Aspek Spiritual Anak Indigo

Berkaitan dengan aura yang dimiliki anak indigo, mereka memiliki keunggulan pada cakra ajna (the third eye) yang terletak di dahi antara kedua alis mata, berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis (pituitary body) dan epifisis (pineal body)  di otak. Adanya the third eye, anak indigo memiliki kemampuan indera keenam (extrasensory perception) (Kusuma, 2003).   

Carrol & Tober (1999) menyebutkan aspek spiritual yang sering ditemukan pada anak indigo adalah mengenai reinkarnasi, adanya “teman pendamping” dan kemampuan anak indigo untuk menggambarkan masa lalu dan masa yang akan datang.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Anak Indigo

Anak Indigo

(Bagian 2/4)

Berbagai macam anak Indigo

Nancy Tappe (dalam Carroll & Tober, 1999) menyebutkan 4 macam anak indigo yaitu:

  1. Humanis

Anak indigo humanis adalah mereka yang akan bekerja dengan orang banyak (massa). Kecenderungan mereka di masa yang akan datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pramuniaga, pengusaha, dan politikus. Perilaku yang tampak adalah mereka hiperaktif, sangat sosial dan ramah. Mereka memiliki pendapat yang kuat. Anak indigo tipe ini mudah sekali terdistraksi.

  1. Konseptual

Anak indigo konseptual lebih senang mengerjakan proyek-proyek daripada terlibat dengan orang banyak. Mereka lebih menyukai pekerjaan sebagai insinyur, arsitek, perancang, astronot, pilot dan prajurit militer. Bila dibandingkan dengan anak indigo humanis, anak indigo konseptual tidak hiperaktif dan tubuh mereka umumnya sangat atletis. Mereka lebih suka mengontrol orang lain, terutama kedua orangtua mereka.

  1. Artis

Yaitu anak indigo yang cenderung bergerak di bidang seni. Mereka lebih sensitif, kreatif dan cenderung menyukai pekerjaan di bidang seni dan pengajaran. Apapun yang mereka lakukan akan memiliki sisi kreatif. Ketika mereka kanak-kanak, anak indigo tipe ini dapat menunjukkan minat sekaligus pada 5 atau 6 bidang seni, namun ketika menginjak remaja mereka akan memilih satu bidang dan menguasainya dengan baik.

  1. Interdimensional

Anak indigo tipe ini lebih besar dari tipe indigo lainnya. Pada usia 1 atau 2 tahun, orang dewasa tidak dapat mengajarkan mereka karena mereka merasa sudah mengetahuinya. Mereka adalah anak yang di masa yang akan datang menjadi seorang filsuf atau pemuka agama.

❤ ❤ ❤

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Anak Indigo

 

Ilustrasi anak indigo. Sumber: http://www.spiritscienceandmetaphysics.com/11-traits-of-indigo-children/(Bagian 1/4)

Justin lahir pada tahun 1980 dan menunjukkan perilaku klasik anak indigo sepanjang hidupnya. Justin ‘terlahir mengetahui’. Justin dibesarkan oleh ibu sebagai orangtua tunggal. Ketika ia berusia 3 tahun, ibunya mulai mencoba berkencan dengan beberapa pria dan para pria yang akan mengencani ibunya selalu mencoba mengambil hati Justin dengan bersikap ramah kepadanya.

Dengan cara tertentu, Justin dapat mengetahui ketulusan hati yang sebenarnya dari setiap pria yang mengencani ibunya. Mereka mencoba berpura-pura ramah kepadanya agar dapat mendekati ibunya. Suatu ketika Justin berkata kepada ibunya: ‘Ibu, kamu adalah surat dan aku adalah amplopnya.’ Dengan muka bingung ibu bertanya apa yang dimaksud oleh Justin. Penjelasannya adalah: ‘Setiap orang merobek amplop untuk membaca surat –dan kemudian mereka membuang amplopnya.’ Perkataan tersebut telah menyentuh hati ibu dan membawa tangisan di mata ibu. Persepsi Justin tersebut kemudian mengubah kebiasaan berkencan ibu.

                                                             (dalam Carrol & Tober, 2001)

Ketika kita berhadapan dengan seorang anak, maka kita membayangkan seorang anak yang tidak berdaya dengan keluguan pemikirannya. Namun tidak demikian halnya pada anak indigo. Uraian di atas memberikan salah satu gambaran mengenai anak indigo. Anak indigo merupakan fenomena yang relatif baru di masyarakat. Fenomena ini banyak ditemukan pada anak-anak yang lahir setelah tahun 1980-an. Istilah indigo ini pertama kali dipublikasikan oleh Nancy Tappe pada tahun 1982 dalam bukunya Understanding Your Life Through Color. Karakteristik anak indigo sangatlah unik, dikaitkan dengan warna aura yang ditampilkannya. Secara fisik mereka adalah anak-anak, namun dengan suatu pembawaan batin yang bijaksana dan “tua.” Mereka sangat aktif, kreatif dan memiliki pemikiran yang berbeda.

Seringkali orangtua sulit memahami apa yang terjadi pada anak mereka dan mencoba mengabaikannya. Namun perlakuan orangtua yang keliru pada akhirnya menyebabkan anak indigo berkembang menjadi anak yang negatif dan pemberontak.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya