Mengenal karakter utama novel My Sweet Audrina

 

My Sweet Audrina

Ada baiknya pembahasan novel My Sweet Audrina ini dimulai dengan pengenalan tokoh-tokohnya, sehingga pembaca akan lebih mudah memahami perjalanan Audrina ini. Selain Audrina, ada enam karakter penting lain yang penjelasannya dapat disimak dalam tulisan berikut ini.

Audrina Adelle Adare Lowe

Audrina adalah gadis yang hidup tanpa masa lalu, ia tidak mampu mengingat kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupnya sebelum ia berusia 7 tahun. Hal ini membuat bingung dan kehilangan kepercayaan dirinya. Audrina juga hidup di bawah bayang-bayang “kakaknya yang sudah meninggal” dan yang selalu disanjung dan dipuja oleh ayah dan ibunya sebagai anak yang sempurna.

Audrina merasa dirinya dituntut untuk sebaik “kakaknya” yang bahkan tidak ia kenal. Hal ini menimbulkan konflik pada dirinya dan beban berat untuk bersaing dengan orang yang bahkan sudah tidak ada lagi di dunia. Ia merasa benci dengan kakaknya dan keluarganya yang tidak mau menerima dia apa adanya. Audrina tumbuh menjadi gadis yang tidak percaya diri, merasa kecewa dan marah terutama pada dirinya sendiri.

 “The First Audrina”

Gadis yang periang, hangat, terbuka, lembut. Ia pandai menarik hati orang lain untuk menyukainya, baik hati, cerdas dan cantik. The first Audrina menjadi tumpuan kebanggaan dan kesayangan kedua orangtuanya. Sosoknya yang selalu dihadirkan ditengah-tengah keluarga Adare membuat Audrina merasa tersaingi dan tertekan.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

My Sweet Audrina

My Sweet AudrinaNovel “My Sweet Audrina” berkisah tentang tokoh Audrina, seorang gadis yang mengalami trauma kejahatan seksual semasa kanak-kanak. Buku ini menceritakan dengan detail bagaimana dinamika hubungan Audrina dengan dua tokoh utama lain yang banyak memegang peranan penting dalam kehidupannya yaitu Damian Adare sang ayah, dan Vera, saudara tiri Audrina.

Pada ulasan buku kali ini, novel ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang mencoba menerjemahkan pandangan-pandangan dasar interpretif dan fenomenologis yang antara lain melihat realitas sosial adalah sesuatu yang subjektif dan diinterpretasikan (Sarantakos, 1993, dalam Poerwandari, 2001). Pendekatan ini juga menampilkan kedalaman dan detail pada suatu kasus spesifik yaitu individu dengan karakteristik tertentu, ataupun suatu situasi unik. Pendekatan ini juga mendasarkan diri pada kekuatan naratif, cara berpikir induktif dan menggunakan perspektif yang holistik.

Ulasan selengkapnya tentang novel ini dapat dibaca di sini.

Data buku:

Judul ♠ My Sweet Audrina

Pengarang ♠ V.C. Andrews

Penerbit ♠ Vanda Publication, Ltd.

Tahun ♠ 1982

Tebal ♠ 403 halaman

Catatan pinggir:

Sumber ilustrasi  ♠ https://trappedintheattic.wordpress.com/2008/12/11/msa-the-cover/

Anak Indigo

Anak Indigo

(Bagian 4/4)

Penanganan anak Indigo

1. Orangtua

Pada dasarnya, penanganan yang diberikan kepada anak indigo adalah dengan mengajak mereka berdialog. Nancy Tappe (dalam carrol & Tober, 1999) menyarankan bahwa yang dapat dilakukan oleh orangtua anak indigo adalah berbicara dengan mereka. Dengan demikian mereka akan menjadi sangat kooperatif. Anak-anak indigo umumnya menjadi sangat tidak kooperatif karena orangtua cenderung memojokkan mereka dan merasa pendapatnya selalu benar. Oleh karena itu dianjurkan agar orangtua memperhalus kembali keterampilan berkomunikasi.

Anjuran untuk berbicara dengan anak indigo ini adalah sejak mereka bayi. Biarkan anak-anak indigo mendengarkan orangtua berbicara dengan mereka meskipun mereka belum dapat berbicara. Dengan demikian anak akan merasa dihargai.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya