Panas dingin: Kulit sebagai indera peraba dan sistem somatosensori

Bagaimana kita bisa membedakan suhu, tekanan, dan getaran? Manusia memiliki sistem somatosensori dengan kulit sebagai indera utamanya.

Sensasi somatosensori merupakan sensasi-sensasi yang terjadi dari badan. Somatosensasi mengacu pada sensasi di permukaan kulit. Somatosensoris tampaknya hanya mengacu pada satu sistem saja, yaitu sistem peraba, namun sebenarnya ia memiliki tigaΒ sistem yang berbeda namun saling berinteraksi satu sama lain.

Ketiga sistem itu adalah: sistem proprioceptif, yang memonitor informasi tentang posisi tubuh berdasarkan reseptor di otot, persendian, dan organ-organ keseimbangan, sistem interoceptif, yang mampu menyediakan semua informasi tentang kondisi tubuh (temperatur, tekanan darah) dan sistem ekstroceptif, yang mengindera stimulus ekstenal yang dirasakan kulit.

Manusia menggunakan rasa sensitivitas getaran untuk dapat menentukan benda yang disentuhnya. Kemudian rasa panas dan dingin disebabkan karena adanya perubahan suhu kulit dari yang biasanya hal itu ditimbulkan oleh benda yang sedang disentuh. Ambang batas sensor perabaan yaitu merasakan panas 45 derajat, sedangkan untuk rasa dingin ambangnya di bawah 10 derajat. Di luar dari itu sensor tidak berfungsi.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem somatosensori, bisa dilihat pada kumpulan makalah tentang kulit dan sistem somatosensori berikut ini:

  1. Makalah kelas A – Somatosensori
  2. Makalah kelas B – Somatosensori
  3. Makalah kelas C – Somatosensori
  4. Makalah kelas D – Somatosensori