Gaya belajar anak dan strateginya

LEARNING STYLES AND STRATEGIES

(Bagian 2/4)

SENSING AND INTUITIVE LEARNERS 

(Gaya belajar sensori dan intuisi)

  • Sensing learners cenderung untuk menyukai mempelajari fakta-fakta, sementara intuitive learners cenderung menyukai menemukan kemungkinan-kemungkinan dan hubungan-hubungan lain.
  • Sensors learners menyukai memecahkan masalah dengan metode yang telah baku dan tidak menyukai komplikasi atau kejutan-kejutan; intuitors menyukai innovasi dan tidak menyukai pengulangan.  Sensors lebih menyukai diuji dengan materi yang telah dijelaskan secara eksplisit di kelas.
  • Sensors learners cenderung menyukai detil dan mempunyai kemampuan yang bagus dalam mengingat fakta dan melakukan pekerjaan ketrampilan seperti pekerjaan dalam laboratorium; intuitors dapat lebih baik dalam menangkap konsep baru dan lebih menyukai hal-hal yang abstrak dan formulasi matematika dibandingkan individu bertipe sensors.
  • Sensors learners cenderung untuk lebih praktis dan lebih berhati-hati dibandingkan dengan intuitors; intuitors cenderung bekerja lebih cepat dan lebih inovatif.
  • Sensors learnes tidak menyukai pelajaran yang tidak ada hubungan langsung dengan dunia nyata; intuitors tidak menyukai pelajaran yang bersifat “plug-and-chug” yang melibatkan proses mengingat dan perhitungan rutin.

Untuk menjadi learner dan problem solver, dibutuhkan kemampuan untuk memfungsikan kedua hal tersebut di atas.  Apabila terlalu menekankan pada intuisi, maka kemungkinan melewatkan detil yang penting atau membuat kecerobohan dalam suatu hitungan, tetapi apabila terlalu menekankan pada sensing, maka dapat terlalu bergantung pada hafalan atau metode baku dan tidak berkonsentrasi dalam pemahaman dan inovasi.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

Gaya belajar anak dan strateginya

LEARNING STYLES AND STRATEGIES

(Bagian 1/4)

ACTIVE AND REFLECTIVE LEARNERS

(Gaya belajar aktif dan reflektif)

  • Active learners cenderung untuk  mengulang dan memahami informasi dengan melakukan sesuatu seperti berdiskusi atau aplikasi atau mencoba menjelaskannya pada orang lain.
  • Reflective learners lebih suka untuk memikirkannya terlebih dahulu sesuatu hal sebelum melakukan sesuatu.
  • “Ayo coba dulu dan kita lihat apakah ini akan berhasil ” adalah kalimat yang dikatakan seorang active learner’; “Coba pikirkan dulu” adalah respon seorang  reflective learner.
  • Active learners cenderung menyukai bekerja dalam kelompok, sementara reflective learners lebih menyukai bekerja sendiri.
  • Duduk mendengarkan ceramah tanpa melakukan kegiatan fisik selain mencatat akan dirasa sangat berat bagi seorang active learners.

Setiap orang sewaktu-waktu adalah active dan sewaktu-waktu reflective. Preferensi seseorang pada salah satu kategori bisa saja kuat, sedang atau lemah.  Keseimbangan antara keduanya sangatlah baik.  Kalau seseorang selalu bertindak tanpa berpikir, maka dapat melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa dan menjumpai masalah, sementara kalau menghabiskan waktu untuk berpikir maka pada akhirnya mungkin tidak melakukan apa-apa.

Tertarik? Silakan baca selengkapnya

TED Talks: Setiap anak memerlukan juara

RitaRita F. Pierson menghabiskan seluruh hidupnya di ruang kelas sebagai pendidik, mengikuti jejak kedua orangtua dan kakek-neneknya. Rita F. Pierson, seorang pendidik profesional sejak tahun 1972, mengajar di sekolah dasar, menengah, maupun sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Dia juga seorang konselor, koordinator ujian dan wakil kepala sekolah. Dalam setiap perannya ia selalu membawa energi baru, selalu menunjukkan keinginannya untuk mengenal murid-muridnya, menunjukkan kepada mereka betapa tinggi kepeduliannya dan mendukung mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Selama dekade terakhir, Pierson melakukan lokakarya pengembangan profesional dan seminar untuk ribuan pendidik. Terutama untuk siswa-siswa yang selama ini sering ditinggalkan atau kurang pelayanannya. Topik kuliahnya antara lain adalah “Helping Under-Resourced Learners,”“Meeting the Educational Needs of African American Boys” dan “Engage and Graduate your Secondary Students: Preventing Dropouts.”

Rita Pierson meninggal dunia Juni 2013.

“Parents make decisions for their children based on what they know, what they feel will make them safe. And it is not our place [as educators] to say what they do is ‘wrong.’ It’s our place to say maybe we can add a set of rules that they don’t know about.” — Rita Pierson